Cegah Aksi Menyontek, Guru Ini Suruh Para Siswanya Tutupi Kepala dengan Kardus

AKURAT.CO, Luis Juárez Texis, seorang guru asal Tlaxcala, Meksiko baru-baru ini membuat kontroversi lantaran menyuruh para siswanya menutup kepala mereka saat menjalani ujian. Menurut Texis, menutup kepala dengan kardus adalah cara yang ampuh untuk mencegah para siswanya menyontek. Namun, karena ide tidak biasanya ini, Texis terancam diberhentikan karena dianggap telah mempermalukan serta melanggar hak asasi para siswanya.

Dilansir dari Oddity Central pada Senin (2/9), Texis yang juga diketahui menjabat sebagai Direktur Kampus 01 ‘El Sabinal” di College of Bachelors langsung mendapatkan kecaman dari para orang tua setelah foto aksinya viral di internet. Dalam foto tersebut, Texis terlihat tersenyum puas melihat para siswanya menutupi kepala mereka dengan kardus-kardus karton berukuran besar selama ujian berlangsung.

Tidak hanya itu, dalam foto juga terlihat beberapa siswa bahkan sampai melubangi kardus mereka agar bisa melihat ke depan saat mengerjakan ujian. Sementara yang lain, tampak susah payah dengan kepala yang tersembunyi di bagian dalam kardus seraya terus memegangi penutup kepala mereka.

Para orang tua murid meminta pihak otoritas pendidikan Meksiko untuk segera memberhentikan Texis dari jabatannya serta mendepaknya dari College of Bachelors.

“Kami mengutuk tindakan penghinaan, kekerasan fisik, emosional, serta psikologis (yang dilakukan oleh Texis) kepada para siswa Kampus 01 El Sabinal, Tlaxcala. Beginilah cara Luis Juárez Texis memperlakukan dan mempermalukan para siswa. Sebagai orang tua yang khawatir tentang perkembangan akademik anak-anak kami, kami memohon otoritas dan lembaga pendidikan federal serta negara bagian yang menjamin hak-hak anak muda untuk bertindak segera dengan memecat Luis Juárez Texis, direktur kampus tersebut. Kami berharap agar jenis kekerasan terhadap para remaja Tlaxcalteca ini tidak diabaikan (begitu saja),” tulis salah satu orang tua lewat media Facebook.

Meskipun menimbulkan kontroversi di kalangan para orang tua, tidak sedikit pula warganet yang justru mendukung dan memuju usaha Texis untuk mencegah para siswanya mencontek.

“Kerja yang bagus, guru. Hal tersebut tidak membahayakan mereka dan pada kenyataannya orang tua seharusnya lebih khawatir tentang proses belajar anak-anak mereka daripada tentang kotak yang justru mengajarkan mereka pelajaran yang hebat,” tulis seorang pengguna internet.

Sementara, saat ditanya oleh awak media, Texis mengaku bahwa saat itu ia hanya bertugas sebagai pengawas dan para siswa kala itu nyatanya menyetujui metode anti-menyontek dengan menggunakan kardus di kepala mereka.

saya rasa ide ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan disekolah-sekolah diseluruh Indonesia… karena dengan mencontek itu sama aja membuat kalian sendiri terlihat bodoh…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *